"Seandainya di depan mataku ini ada tembok berwarna putih, lalu Muhammad mengatakan bahwa tembok itu berwarna hitam, maka aku akan bohongkan mataku, dan akan kukatakan bahwa tembok itu berwarna hitam!". (perkataan Abu Bakar radhiallahu anhu, dinukil dari ceramah sejarah Nabi, oleh Khalid Basalamah)

04 April 2009

Detik-detik Pemilu

Tinggal hitungan beberapa jam lagi, bangsa kita akan memasuki babak baru sebuah proses demokratisasi... Dan rupanya masa-masa akhir kampanye ini benar-benar dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para parpol peserta Pemilu tahun ini. Hampir di setiap siaran televisi swasta, durasi kapling iklan dipenuhi dengan kampanye parpol-parpol besar (jujur, males juga liatnya). Memang televisi masih tetap menjadi media paling efektif untuk berkampanye selain dari media cetak maupun media online lain seperti website, blog, atau bahkan Facebook.

Trus kenapa hanya parpol besar yang bisa muncul? Ya karena memang butuh budget yang sangat besar untuk bisa tampil di layar kaca. Hal ini ditunjukkan dengan hanya parpol yang ber-"warna tajam" saja yang bola-bali nampang di TV, sedangkan parpol-parpol dengan warna-warna yang semu dan kabur alias bermodal cekak aos... nyaris nggak pernah muncul walaupun cuman sedetik ^_^

Entah sudah berapa ratus milyar para politikus Indonesia ini menghabiskan uang untuk "di-zakat-kan" ke perusahaan televisi swasta di Indonesia. Masing-masing meng-klaim telah berjuang untuk negri ini, semuanya berjanji akan lebih "merakyat". Semua cara dan embel-embel dipamerkan, lebih ironisnya lagi malah ada yg saling kritik dan hujat (mau muntah kalo liat yang kayak gini...)

Munculnya iklan parpol di TV secara terus-menerus dan berulang-ulang seolah ingin menanamkan dogma secara paksa ke dalam alam bawah sadar para pemirsanya... ya tentu saja rakyat Indonesia. Supaya makin bingung nyentang waktu Pemilu nanti. Tapi dewasa ini rakyat Indonesia semakin cerdas. Money politics sudah tidak mempan (walaupun mungkin masih ada satu-dua orang yang bisa di-gobloki ^_^), rakyat lebih melihat ke arah tindakan nyata apa yang sudah dilakukan para parpol dan anggotanya... Rakyat sudah mempunyai prinsip yang jelas tentang pandangan bagaimana pemimpin mereka nanti (semoga saja memang begitu ^_^). Dan satu hal lagi yang sangat penting : JANGAN GOLPUT! Karena anda golput atau tidak, pemenang Pemilu akan tetap berkuasa... So, ikutlah berperan memperbaiki negri ini bila memang anda adalah warga negara ini.

Seribu kurang satu belum bisa disebut seribu, seratus kilometer perjalanan selalu dimulai dari satu langkah, ingat... satu suara anda SANGAT BERARTI! Gunakan sesuai dengan prinsip dan keyakinan untuk memperbaiki bangsa ini... Merdeka!

4 komentar:

marsudiyanto mengatakan...

Aku wis nggugurke kewajiban Mas, wis nyenthang...

Ardhianto Adhi Nugroho mengatakan...

sama Pak... ^_^ tapi setelah liat hasil quick count... kok kurang memuaskan ya... ^_^

cho.[dot] mengatakan...

huwaaaaaaaa...ga kedaftar di DPT...sebel...

yahaha...nemu lagi blogna org kendal...haluww...punya q d link ya...hehe

Ardhianto Adhi Nugroho mengatakan...

wah kok bisa nggak kedaftar ya?! ok tukeran link yuk! ^_^