"Seandainya di depan mataku ini ada tembok berwarna putih, lalu Muhammad mengatakan bahwa tembok itu berwarna hitam, maka aku akan bohongkan mataku, dan akan kukatakan bahwa tembok itu berwarna hitam!". (perkataan Abu Bakar radhiallahu anhu, dinukil dari ceramah sejarah Nabi, oleh Khalid Basalamah)

07 Maret 2009

Menjelang Pemilu 2009

Tadi malam, secara tidak sengaja saya nonton acara Panggung Democrazy Demokrasi di Global TV. Sebuah ajang unjuk kemampuan sekaligus kegiatan kampanye terbuka dari berbagai macam partai politik yang akan mengikuti Pemilu nanti.

Jujur setelah mengikuti acara tersebut sampai selesai, saya bener-bener kagum dengan caleg-caleg yang diusung oleh parpol-parpol semalam (saya tidak akan menyebutkan nama-nama parpol yang bertanding tersebut ^_^ karena ada alasan tertentu). Dilihat dari cara mereka ber-argumen, berpendapat, cara menjawab, mengelak dan berkelit sangat lihai dan cekatan menunjukkan bahwa intelektualitas mereka sangat tinggi dan benar-benar "menguasai materi".

Walaupun masing-masing caleg berasal dari parpol yang berbeda, menurut saya ketiganya memiliki misi yang sama : memperbaiki republik ini. Sama-sama masih muda, sama-sama memiliki pemahaman yang dalam tentang pemerintahan, dan yang jelas sama-sama berani melakukan "pendobrakan" pada hal-hal yang selama ini dianggap keliru. Saya tidak melihat adanya penyerangan ataupun perbedaan signifikan yang membuat terjadinya sebuah dominasi maupun intimidasi. Saya melihat sebuah wajah-wajah muda dan baru yang saya percaya, mereka akan membawa perubahan yang baik pada iklim politik di Indonesia ini. Saat panelis menjabarkan rata-rata penghasilan (gaji plus berbagai macam tunjangan) dari seorang anggota Dewan yang mencapai lebih dari 30 juta rupiah per bulan, dengan MANTAP ketiga caleg tersebut berani menyatakan akan memotong sebagian gaji mereka itu untuk kepentingan sosial.

Ketika seorang caleg dari partai A memiliki kemampuan dalam ilmu ekonomi, kemudian caleg dari partai B memilki kemampuan dalam ilmu pemerintahan, selanjutnya caleg dari partai C juga ahli dalam bidang pendidikan dan sosial, kemudian begitu seterusnya. Jika setiap parpol mengusung seorang sosok caleg yang benar-benar unggul dari segi kualitas ilmu dan tentu saja juga luhur dari segi moralnya, saya melihat masa depan republik ini akan semakin baik. Semoga saja wakil rakyat yang terpilih nanti benar-benar para wakil rakyat sejati yang memang berjuang untuk rakyat, bukan partai ataupun golongannya sendiri.

Lalu terbersit dalam pikiran, bila mereka memang berniat benar-benar berjuang untuk memperbaiki Republik ini, lalu apa yang bisa kita lakukan untuk negri ini (yang notabene bukan caleg). Yang jelas golput bukanlah pilihan cerdas! Menyia-nyiakan suara kita adalah wujud dari kemunafikan kita sendiri, tidak ada rasa tanggung jawab sebagai seorang warga negara yang baik. Munculnya mosi tidak percaya yang membabi-buta tidak akan membawa negara ini ke arah perbaikan sama sekali. Ingat! anda golput atau tidak, pemenang Pemilu akan tetap berkuasa. Jadi, cerdaslah menjadi pemilih, tugas sebagai warga negara yang bertanggung jawab adalah turut mendukung perbaikan di negri ini, gunakan hak pilih dengan cara benar untuk memilih wakil yang BENAR! Sekali lagi pilihlah wakil rakyat yang BENAR!

Anda bingung memilih karena tidak tahu bahkan tidak kenal sama sekali dengan para caleg!? Disinilah tugas warga negara yang sebenarnya, baca situasi, pertajam kepekaan sosial, ikuti perkembangan berita terutama seputar yang terjadi di negri kita. Kita akan melihat siapa saja sebenarnya orang-orang yang memang layak dan berkompeten untuk "memimpin perbaikan" di negri ini...

3 komentar:

chokichim mengatakan...

semoga pemilu nanti berjalan lancar dan damai,serta negeri ini dipimpin oleh wakil-wakil rakyat yang merakyat...

masjaliteng mengatakan...

mau berpartisipasi...walau kecil

Ardhianto Adhi Nugroho mengatakan...

yang penting kan niatnya mas teguh ^_^

oya selamat bertugas jadi petugas di pemilu nanti ^_^ saya doain lancar selalu...