"Seandainya di depan mataku ini ada tembok berwarna putih, lalu Muhammad mengatakan bahwa tembok itu berwarna hitam, maka aku akan bohongkan mataku, dan akan kukatakan bahwa tembok itu berwarna hitam!". (perkataan Abu Bakar radhiallahu anhu, dinukil dari ceramah sejarah Nabi, oleh Khalid Basalamah)

30 Maret 2009

"Kerak" itu semakin tebal...

Pagi ini abis ngrebus air, saya siapin satu-satunya termos milik kami. Ketika saya angkat selang pompanya, samar-samar tampak lapisan warna putih di sekelilingnya. Di beberapa bagian yang "sulit dijangkau" juga terlihat berwarna lebih buram karena adanya lapisan kerak (mirip kerak kapur). Nggak disangka dalam kurun waktu satu tahun, ternyata kerak yang ditinggalkan air dari PDAM Kendal bisa sampai setebal itu. Lalu yang sudah dikonsumsi di dalam tubuh ini seperti apa...?

Sekonyong-konyong berkelebat pikiran : Kalo hanya dalam satu tahun kerak kapur dari air PDAM bisa setebal itu, kira-kira kerak dosa yang sudah dicatat Roqib dan Atid selama 27 tahun dalam hati dan tubuh ini sudah setebal apa?! Sepertinya langit dan bumi sudah penuh dengan kerak dosaku... -_-

Seiring bergulirnya waktu, sadar atau tidak sadar, tingkah laku dan perbuatanku yang tidak benar membuat tumpukan dosa itu terus bertambah. Salah satu cara untuk menguranginya ya... terus menyibukkan diri mencari ilmu dan mengembangkan diri sendiri. Semakin merasa bahwa terlalu banyak lapisan kerak dosa dalam tubuh ini, maka semakin ingin berusaha menyibukkan diri untuk memperbaiki diri membangun personal branding. Walaupun memang jalan untuk membangun personal branding memang luar biasa susahnya...

Tidak ada komentar: